Selasa, 10 Maret 2015

Pidato tentang Grafitty dan Mural, Antara Vandalisme dan Idealisme



Grafitty dan Mural,
Antara Vandalisme dan Idealisme

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Yang terhormat Bapak/Ibu guru
Serta teman-teman yang berbahagia
Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga pada kesempatan ini keta dapat berkumpul disini dengan keadaan sehat wal afiat.
Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan tentang “Graffity dan Mural, Antara Vandalisme dan Idealisme.”
Tahukah kamu apa itu vandalisme dan idealisme?
Nah, vandalisme berasal dari “Vandal” yang kemudian diberi makna seseorang yang dengan sengaja merusak sesuatu yang indah. Dan juga dapat diartikan perusakan terhadap sesuatu yang nilainya indah dan mengagumkan.
Sementara itu, idealisme dapat diartikan sebagai sebuah keyakinan atas suatu hal yang dianggap benar oleh individu yang bersangkutan dan besumber dari pengalaman.
Nah, apa hubungan vandalisme dan idealisme itu? Cobadeh kita tengok contoh keduanya itu yang ada disekitar kita. Banyak sekali bukan? Iyaps, betul! Idealisme itu berupa gagasan yang menunju ke arah hal-hal yang positif. Contohnya adalah graffity dan mural. Graffity adalah gambar sedangkan mural adalah tulisan, keduanya merupakan salah satu bentuk karya seni yang banyak terpajang di tembok-tembok. Graffity dan mural lebih sering dibuat oleh para pelajar dari pengekspresian ide-ide serta sarana refresing.
Namun bagaimana orang lain memandang hal ini? Sebagian orang menganggap graffity dan mural adalah salah satu bentuk ekspresi kebebasan yang bisa digolongkan dalam karya seni yang indah. Selain itu, grafitty dan mural juga sebagai bahan kritikan terhadap orang lain. Di sisi lain, ada juga orang yang menganggap grafitty dan mural seperti pedagang kaki lima yang merusak keindahan kota. Grafitty dan mural tidak bisa dianggap sebagai karya seni karena dituangkan pada media yang tidak tepat.
Jadi buat kamu yang suka corat-coret tembok , “Corat=coretlah tembok dengan sesuatu yang barmakna.” Karena think locally act globally , berfikir lokal tapi bertindak global , berfikir sederhana tapi bertindak bijaksana.
Inilah untaian huruf yang tergabung dalam kata hingga menjadi kalimat yang bisa saya sampaikan. Semoga mampu memenuhi kehausan pengetahuan dalam diri hadirin.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar